Kita telah berjanji pada semesta
bahwa hanya desahan napas kita-kita adalah angin segar
Betapa badai kan datang menerjang
segera ingatlah hari di mana kita mengikrarkan ini
hari di mana kita mencacakkan akar-akar setia
maka halangan hanya kan jadi debu berlalu
Dengarlah, Juwita Hati!
Mungkin ini hanya kedengaran figuratif belaka untukmu
tapi yakinlah, ini bualan sederhana yang kan menjadi kenyataan
Duhai, Kekasih Hati!
Padamu, kan kubuktikan..
hanya dengan kesederhanaan dan serba kekurangan yang kumiliki
semampu kuhadiahkan bahagia di setiap detik hidupmu
sebisa kuhadirkan senyum dan tawa di segurat bibirmu
hingga Sang Khalikul Alam tak mengijinkan kita lagi
untuk saling berpandang
saling berkasih
menampung ruh-ruh kita
oleh
Suamimu yang pesek
dari meja kerja sederhana