Husni menangis


Husni (H): “fajrin, jadi kobelikanka itu toh?”

fajrin (Fj): “belikan apa?”

H: “sepeda” (nada bicaranya mulai memelas)

Fj:”ah..bagaimana caranya, na ko boteki ka

H:” ai..belikan mora

Fj:”ah..tidak, nda mauka, bagaimana dulu perjanjiannya kah?”

H:”kalo 10 besar toh?”

Fj:”mana!!! 5 besar deh!!!!begitu dulu perjanjiannya.”

H:”aih..belikan mora, aih, aih…”

Fj:”ah..tidak mauka’, banyak uangmu kah?tidak mauka saya, yang lainmo, bagaimana kalo cokelat beberapa macam?”

H:”aih..belikan mora” (kayaknya sudah menetes deh!)

Fj:”ah..tidak mau..sudahmi tutupmi, sudahmi….” (nada bicara membentak)

H:”aih…hiks100x..be..li..kan..mo..ra..hiks100x..” (betul-betul menangis”

Fj:”…….” (terdiam dan memutuskan telepon, kesal)

masih terdengar tangisan Husni sebelum percakapan benar-benar terputus…

hah..
aku bukanlah seorang kakak yang baik..
tapi salahkah jika bertindak seperti itu..
aku hanya mencoba untuk tidak memanjakan dia..
tapi bagaimana jika aku berada pada posisinya?
namun di lain pihak kan mereka masih kecil..
bukankah tidak ada salahnya mendidiknya(dalam hal ini posisi saya sebagai kakak) untuk tidak menggampangkan dalam memperoleh suatu hal..
ah.. masa menjelang dewasa, masa untuk belajar mengambil keputusan yang seharusnya (dianggap lebih penting), bukan begitu bukan?

i just wanna say…
i’m sorry bro...i really love you

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s