menerawang


kini hujan mulai ditinggalkan musimnya
hanya tinggal rintikan
hah…

akhirnya panas mulai meraba
meraba sekat-sekat tubuhku secara bebas
cukup keras juga buat menghalang pandangan

oh hidup…
izinkan ku teriak
memoncongkan mulutku ke atas langit
memegahkan suara
mencoba tuk memecah sekumpulan awan itu


biar kuat nantinya mataku
biar terang
cerah untuk melihat…
menerawang…
menerawang dengan sisa-sisa nafasku yang kian pendek ini…


Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s