Saya Terbakar Amarah Sendirian!

Betul-betul, beberapa bulan terakhir ini saya kecanduan sama buku-bukunya Pramoedya Ananta Toer dan hal ini makin menggila setelah saya mulai membaca Tetralogi Buru yang legendaris itu. Maka perburuan akan segala buku yang berbau Pramoedya saya lakukan. Hohohoho…. Nah berikut ini ada salah satu buku koleksian hasil perburuan saya tersebut. Judul bukunya “Saya Terbakar Amarah Sendirian! Pramoedya Ananta Toer dalam Perbincangan dengan Andre Vltchek & Rossie Indira“. Sebuah buku yang berisi tentang hasil wawancara kedua penulis (Andre Vltchek & Rossie Indira) dengan Pramoedya Ananta Toer. Isi buku ini dibagi dalam 12 Bab. Masing-masing bab memaparkan hasil wawancara penulis dengan Pram dengan tema pembicaraan yang berbeda. Berikut adalah bab-bab tersebut beserta rangkuman singkatnya:

WAWANCARA DI JAKARTA
Bab ini berisi tanya-jawab tentang cara menulis dari Pramoedya, pernah tidak beliau menulis buku tentang tanya-jawab seperti bentuk buku ini.

SEBELUM 1965: SEJARAH, KOLONIALISME, DAN SOEKARNO
Dari bab ini bisa diketahui bagaimana sebenarnya Negara yang dicita-citakan oleh Pramoedya (dan Bung Karno), perlakuan yang dialaminya ketika pernah ke Belanda sebagai orang Indonesia pasca proklamasi.

KUDETA 1965
Di sini Pram mengemukakan versi lain dari kejadian G30S/PKI yang katanya punya hubungan erat dengan lengsernya Presiden Soekarno kala itu.

MASA PENAHANAN
Tahun 1965 beliau ditangkap oleh militer tanpa alasan yang jelas. Malah para penangkap berdalih bahwa Pram hanya diamankan. Di sini juga diceritakan apa yang dialami oleh beliau yang ternyata ujung-ujungnya tidak ada pembebasan dan baru pulang ke rumah tahun 1979.

BUDAYA DAN JAWANISME
Pramoedya yang seorang keturunan Jawa ternyata punya pandangan tersendiri tentang budaya Jawa. Pun dengan asal muasal budaya Indonesia.

KARYA SASTRA
Pramoedya betul-betul seorang penulis besar. Sampai-sampai ada sekelompok anak muda menamakan dirinya “Pramis”. Namun sayang banyak naskah-naskah asli beliau yang dihancurkan/ dibakar oleh pemerintah pada masa orde baru dulu.

SOEHARTO, REZIMNYA DAN INDONESIA SAAT INI
Pramoedya, di sini berbicara tentang bagaimana keadaan Indonesia di bawah kepemimpinan Soeharto dan akibat-akibatnya sampai saat ini. Juga membahasa mengenai budaya korupsi yang berkembang.

TIMOR LESTE DAN ACEH
Timor Leste menurut Bung Karno tidaklah masuk dalam gagasan untuk dijadikan wilayah NKRI tapi Soeharto melihatnya sebagai wilayah yang mudah untuk ditaklukkan.

KETERLIBATAN AMERIKA SERIKAT
Disebutkan oleh Pramoedya bahwa Amerika Serikat punya andil besar dalam pembantaian jutaan penduduk Indonesia pada tahun 1965-1966 terkait dengan adanya isu Komunisme. Pun dengan peristiwa Kudeta 1965.

REKONSILIASI?
Bab ini membahas apakah bisa ada rekonsiliasi terhadap peristiwa pembantaian massal pada tahun 1965-1966 yang dilakukan pemerintah dalam hal ini militer. Apakah perlu dibawa ke pengadilan?

REVOLUSI: MASA DEPAN INDONESIA
Revolusi Total! Ya, revolusi total harus dilakukan kalau ingin Indonesia berubah. Bukan cuma seperti yang telah dilakukan yang hanya menjatuhkan Soeharto. Dan yang bisa melakukan ini hanya angkatan muda.

SEBELUM BERPISAH
Pramoedya telah betul-betul berhenti menulis. Suda jadi tragedi baginya di masa tua. Dan sampai akhir hayatnya beliau merasa hidup terasing di dunia ini. Hanya mampu hidup di dunianya sendiri, yang ada di luar hanya korupsi.

Buku ini juga mendapat kata pengantar dari Chris GoGwilt, seorang profesor bahasa Inggris dan perbandingan sastra di Fordham University.

Hebat bukan si Pram?!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s