dia itu kamu

dan dia menutup mataku
dengan berbagai warna
tak sanggup kusebut kesemua jenis warna
yang jelas semua terasa indah

dan dia menggenggam lenganku
dengan jemari-jemari kecilnya
tak terasa lagi peluhku
yang jelas dia telah mengeringkannya

dan dia mengajakku berkejaran
dengan rayuan senyumnya
tak tahu mau kemana larinya
yang jelas aku akan ikut dengan senyuman pula

dan dia melirik mataku
dengan pandangan hati
tak tahu sejak kapan
yang jelas itu menyejukkanku

dan dia memeluk hatiku
dengan rangkulan ikhlas
tak tahu apa musabab
yang jelas itu terasa tulus

dan dia adalah kamu
maukah kau?
maukah untuk menunjuk bulan lagi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s