Demi Bangsa dan Negara

Entah kapan kejadiannya, yang jelas tahun ini. Untuk kesekian kalinya saya mengalami kejadian dikejar anjing. Hal ini bermula ketika suatu pagi saya melakukan pencacahan sampel untuk Survei Harga Konsumen 4 (Harga Sewa/ Kontrakan Rumah). Sekedar informasi, survei merupakan salah satu rangkaian survei Harga Konsumen lainnya yang dilakukan untuk mengetahui Indeks Harga Konsumen dan angka Inflasi Kota Parepare. Setelah dilakukan listing, maka diperoleh beberapa rumah tangga sampel untuk dicacah tiap bulannya (dari tanggal 1-10 tiap bulannya). Maka turunlah saya untuk mencacah ke-15 sampel yang diberikan kepada saya.

Waktu berjalan dan beberapa rumah tangga sampel telah saya datangi dan tercacah. Tiba ketika giliran pada sebuah rumah tangga sampel yang alamatnya cukup asing bagi saya. Saya bertanya kesana kemari di mana sih rumahnya si RT (rumah tangga) itu. Dari penjual campuran pinggir jalan, tukang kayu, ibu-ibu yang lagi nyuci baju sampai anak muda yang lagi nongkrong di pos ronda semua memberi alasan yang kurang jelas. Maka tibalah saya pada suatu lorong dan bertanya pada sebuah rumah di dalam lorong tersebut.

dari luar depan pagar saya teriak, “Permisi, permisi…”

tak ada jawaban

kuulangi, “Permisi, permisi…”

tiba-tiba, “Guk, guk, guk…”


“Matimija…”, keluh saya dalam hati.

Ternyata sesosok anjing yang lagi nongkrong depan rumah yang justru menyambut saya, bukan si empunya rumah. Waduh, perasaan saya tidak sarapan tadi pagi seperti hari-hari kemarin. Perasaan saya mandinya bersih tadi pagi. Perasaan saya sholat subuhnya telat seperti kemarin-kemarin. Kok…hari ini niat cari orang ketemunya anjing.

Saya urungkan pula untuk jauh bertanya lagi. Masak mau tinggal lama-lama depan rumah itu untuk ngobrol sama anjing. Tidak asyiklah (ya iyalah, orang takut!!!!).

Saya lanjutkan menelusuri lorong tadi lebih dalam lagi. Sampai tiba pada suatu rumah lagi, eh..eh..eh… ada anjing lagi. Tapi kali ini anjingnya adem ayem. Tidak pakai nyalak-nyalak lagi. Jadilah saya bertanya sama yang empunya rumah (dan mungkin empunya anjing). Ternyata hasilnya nihil. Si Ibu yang punya rumah tidak tahu juga rumah tangga yang dicari itu. Dengan wajah penuh peluh dijidat, saya menuju motor dan langsung tancap gas untuk melanjutkan pencarian. Belum jauh motor melaju, tiba-tiba si anjing yang kalem tadi menyalak dan mengejar. Langsung saja saya tancap gas lebih tinggi lagi untuk menghindarinya.

“O..kassina taue….kenapako baru kasi keluar aslimu anjing?” lirih dalam hati saya. Apa mungkin si anjing merasa tersinggung karena tadi saya tidak minta izin dulu lewat dihadapannya kemudian dia simpan rasa dongkolnya dan baru diluapkan ketika saya baru mau pulang dari rumah yang tadi? Atau karena saya tidak nyetor jatah preman dulu sama dia? (Salah anjingnya juga sih nda pasang papan pengumuman gitu atau setidak teriak “oiiiii..singgahko dulu…mana jatahku?”)

(doh)

Nasib-nasib. Betul-betul namanya perjuangan demi bangsa dan negara. Tidak main-main bung. ketentraman warga taruhannya. Bisa-bisa kena Rabies, terus meliarlah saya. Kemudian tanpa pandang bulu gigit sana gigit sinilah saya. Banyak warga yang tertular akhirnya. Ampun dah. (nda segitunya kale!)

Kalau pun saya terkena, paling-paling data hasil pencacahannya tidak (atau terlambat) masuk. Maka angka Inflasi dan Indeks Harga Konsumen tidak (telat) keluar hanya karena orang berhidung pesek tergigit anjing. Tidak keren penyebabnya. Coba karena saya tiba-tiba dipanggil pulang kampung untuk meresmikan sprei baru ranjang-ranjang di rumah. Nah, itu baru keren. (ajajajajajajajajajaja).

So, banggalah wahai teman-teman yang jadi abdi negara. Begitu pentingnya peran anda, maka berhati-hatilah ketika masuk lorong. Apalagi kalau lorong itu asing bagi anda. Terlebih lagi bila lorong itu dipenuhi anjing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s