Jangan Sampai…

Kadang ketika terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan maka yang ada hanyalah keluh kesah kita. Tak sadar bahwa sesungguhnya Allah sedang menguji kita. Memang sudah fitrah manusia untuk berkeluh kesah dan itu sulit untuk kita hindari. Hal ini difirmankan pula oleh Allah SWT dalam surah Al Ma’aarij : 19 yang artinya:
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir
Maka muncul sebuah pertanyaan..akankah kita terus berkeluh kesah atas musibah yang menimpa kita? Saya kira tidak bukan? Dari pengalaman pada diri saya sendiri ketika telah tertimpa suatu musibah atau masalah dan hanya menghbaiskan waktu untuk berkeluh kesah maka yang muncul adalah semacam energi negatif, jika boleh saya menyebutnya seperti itu, bagi tubuh saya sendiri. Kemalasan bergerak atau beraktivitas, itulah efeknya. Bagaimana dengan anda? Apa terkesan biasa-biasa saja bila tertimpa suatu masalah?
Nah, mari sama-sama lagi kita memperhatikan ayat-ayat Allah SWT berikut di Surah Huud ayat 9-11.
9. Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih
10. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: “Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku”; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga,

11. kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar

Pada ayat-ayat di atas, dijelaskan bahwa manusia, ketika nikmat yang ada padanya dicabut maka pasti akan berputus asa dan tidak berterima kasih (bersyukur). Namun ketika giliran kebahagiaan atau nikmat diberikan justru akan bergembira ria hingga lupa untuk bersyukur akan nikmat tersebut. Naudzubillah. Suatu ketimpangan kan? Namun hal seperti itu tidak berlaku bagi orang-orang yang bersabar dan selalu mengerjakan amal shaleh. Mereka tahu bersyukur. Mereka sadar bahwa bencana atau masalah yang ditimpakan kepada mereka merupakan ujian dan tak harus dia terus berkeluh kesah. Mereka malah akan berusaha mencari jalan keluar dari masalahnya itu. Berkeluh kesah hanya akan  menghabiskan waktu yang sebenarnya bisa kita gunakan untuk hal-hal yang postif lainnya.
Jadi jika kau masih berkeluh kesah kawan, maka berhentilah! Sungguh tak ada guna. Senyumlah dan ucapkan basmalah!!! Insya Allah ke depan akan lebih baik adanya!!!
Advertisements

5 thoughts on “Jangan Sampai…

  1. bener mas fajrin.. manusia terkadang luput mengucap syukur tapi tak pernah melewatkan berkeluh kesah.. andaikan Allah punya koprol, pasti unread messege nya banyak 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s