Komunikasi [harusnya] Efektif


Communication, originally uploaded by magnusmagnus.

Beberapa hari yang lalu ketika harus lembur di kantor, tiba saatnya makan malam. Setelah menanya teman-teman sekantor satu persatu akhirnya diputuskan untuk membeli nasi goreng. Tak jauh sebenarnya tempat jualan nasi gorengnya, sekitar 500 meter, dan letaknya pas pinggir jalan dan tepat di samping penjual gorengan yang lebih awal jualan di situ. Sarana jualan yang digunakan cukup sederhana, seperti kebanyakan yang jualan di pinggir jalan, yaitu sebuah gerobak dengan memasang kain tenda dan satu meja panjang dan 2 kursi panjang serta tak lupa bahan dan alat masaknya.
Sesampai di tempat jualan, saya langsung memesan, ” Mas, nasi gorengnya, pake kecap, 4, dibungkus, yang biasaaa!!!”. Yang jualan menjawab, “iyah, mas!!”, sambil ia lanjut menyelesaikan pesanan pembeli yang lain. Sambil menunggu, saya membeli gorengan sekedar untuk dipakai menunggu.
Selang beberapa menit kemudian, pesanan nasi goreng saya tinggal dibungkus. Terlihat bahwa nasi goreng tersebut tanpa ditambahi dengan potongan-potongan kecil sosis dan udang seperti yang biasa saya pesan, hanya telur martabak dan sayuran. Saya pun langsung bertanya, “Mas, nasi gorengnya ndak pakai sosis dan udang ya?”. Yang jualan menjawab, “Tidak mas, kan tadi bilangnya biasa?!”. Doh, terjadi salah paham rupanya, yang saya maksud dengan biasa tadi adalah seperti yang biasa dipesan yaitu yang pakai udang dan sosis. Dan saya mengira mas-nya sudah menngerti dengan perkataan seperti itu. Namun mas-nya mungkin karena sibuk juga melayani pembeli yang lain, sehingga tak terlalu menerima maksud yang sebenarnya atau sayanya yang sok jadi pembeli langganan dimana penjual akan langsung tahu pesanan sang pembeli begitu hanya mengenali wajah sang pembeli. Padahal baru juga belum sampai lima kali beli nasi goreng disitu. Namun bukannya senyum saya khas???? ^-^
Tapi tak apalah, toh pada saat itu juga, nasi gorengnya tinggal dibungkus. Kasihan juga mas-nya kalau mau buat lagi. Adapun kalau akhirnya baru mau diberi potongan sosis dan udang, pasti rasanya tak menyatu dengan nasi gorengnya.
Salah paham biasanya terjadi ketika tidak terjadi komunikasi yang efektif antara pihak-pihak yang terlibat komunikasi tersebut. Rumah Komunikasi menulis bahwa:

Kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan. Secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut.”

Pada kasus saya di atas komunikasi memang terjadi. Terjadi penyampaian pesan dari saya dan penerimaan pesan oleh yang jualan. Namun, akhirnya tidak terjadi kesamaan pandangan atas ide yang dimaksud dalam hal ini adalah maksud dari saya (nasi goreng pakai sosis dan udang), antara saya dan yang jualan. Hmmmm…
Harusnya memang pada saat itu saya lebih memperjelas lagi pesanan yang saya maksud. Ada pun dengan mengharap keinginan dari sang penjual untuk memperjelas kayaknya percuma karena mas-nya orangnya pendiam dan terutama pula lagi sibuk dia. Tapi transaksi tetap juga selesai juga kok. Saya ikhlas kok dan memaafkan. Di sinilah letak keindahan Islam yang mengajarkan untuk segera menyelesaikan masalah dan saling memaafkan. 🙂 Subhanallah!!!
Sekedar catatan, ternyata nasi gorengnya keasinan. Kasihan yang menjual, tidak konsentrasi mungkin dia. Atau karena dia goreng nasinya dengan porsi banyak satu kali sehingga tanpa menakar dengan cermat garam yang diberi kebanyakn. hehehehe
Advertisements

6 thoughts on “Komunikasi [harusnya] Efektif

  1. >_< …. :O kalau saya ma karena terlalu cerewet sampek mas2 jualan tahu tek takut kalau saya yang mesen 😛 harus sempurna nggak boleh semburat :))

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s