Ketombean? Jangan Lagi!!!

Tadi pagi, seperti biasanya sebelum mandi, saya menyetrika dulu (sok rajin :P). Tiba giliran menyetrika celana kain hitam, iseng saya menggaruk kepala (rambut) dan walhasil ketombe pun deras berjatuhan ke celana tersebut. Dan karena warnanya, maka dengan jelas terlihat beribu ( lebay ) kepingan-kepingan ketombe. 😦
Sebenarnya apa sih itu ketombean? Wikipedia menulis, ketombe (yang juga disebut sindap dan kelemumur; dengan nama ilmiah Pityriasis capitis) adalah pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit kepala. Sel-sel kulit yang mati dan terkelupas merupakan kejadian alami yang normal bila pengelupasan itu jumlahnya sedikit.
Jadi sampai di sini pada dasarnya munculnya ketombe itu hal yang normal, bila yang muncul hanya sedikit. Tapi jika sudah kronis atau terjadi pengelupasan dalam jumlah yang besar, itulah yang disebut ketombean. Pada keadaan normal, siklus sel-sel kulit kepala yang mati kemudian digantikan dengan sel-sel yang baru terjadi sebulan sekali. Nah, pada orang yang ketombean siklus ini malah terjadi setiap kira-kira dua minggu sekali. Akibatnya, sel-sel kulit yang mati itu akan terlepas dan menumpuk dalam jumlah yang besar dalam bentuk serpihan-serpihan kecil berwarna putih.
Defisensi mineral seng (zinc) dapat menyebabkan terjadinya ketombean (dalam beberapa kasus). Olehnya itu, dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi bahan makanan yang banyak mengandung mineral tersebut, seperti kerang-kerangan, ayam kalkun, dan kacang-kacangan.
Beberapa orang beranggapan bahwa memakai shampo dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan membuat ketombe muncul lebih banyak. Tapi sebenarnya, dengan mencuci rambut menggunakan shampo anti ketombe (terutama yang banyak mengandung mineral seng atau zinc) secara teratur malah membuat sel-sel kulit mati terlepas dan tidak menumpuk pada kulit kepala kita.
Menghindari stress, minuman beralkohol, dan pemakaian minyak rambut secara berlebihan juga dapat mengatasi ketombe. Satu yang penting juga, bahwa ketika kita telah ketombean, menggaruk kepala haraplah dihindari. Hal ini dilakukan agar jangan sampai dengan menggaruk kepala justru dapat menyebabkan kerusakan kulit yang berisiko infeksi, terutama sekali dari bakteri staphylococcus aureus dan streptococcus.
Jadi, pakailah shampo secara teratur kawan (yang tepat tentunya)!!!! Dan, memang itu penyebabnya kalau dilihat pada kasus saya, karena pada dasarnya saya malas pakai shampo. ^^
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s