#hujan [perindu-numpang]

Kemarin menjelang malam, saya tertahan untuk pulang kantor oleh hujan. Ini berlangsung sampai sekitar pukul 21.00. Sambil menunggu hujan reda saya membuat beberapa twitt dengan hastag #hujan dan beberapa disertai #perindu


#hujan benar-benar reda, kini/ sedangkan rinduku? Biarkan saja!/ Peduli amat! Sudah kukatakan dia tak mengenal waktu kan? #perindu


#hujan segera pun mereda/ namun belum juga rinduku padam/ mungkin kan sepanjang malam/ hingga pagi kembali menyulutnya #perindu


#hujan dan aku merinduimu/ terhalang aku tuk pulang ke rumah/ ingin segera melantunkan kerinduan/ ada gitar menunggui di sana


#hujan dan sepiku semakin dalam/sendiri asing di bawah guyurannya/enggankh kau turut serta?/tuntaskn rindu hingga reda mengakhiri @puisikita

 

#hujan dan wajahmu terbayang pada kaca jendela/derasnya menambah gelisah/bilakah reda hapus keterasinganku ini? @puisikita #perindu


#hujan tak berwarna/ mungkin hanya sekedar rasa/ itupun hanya sejuk/ atau amarah pun terkandung di dalamnya?

 

#hujan bahkan setelah ia berhenti, baunya masih terhirupi/ di atap, di dedaunan, hingga hatiku menambah rindu padamu #perindu


#hujan, titiknya bukanlah debu/adalah sebulir pembawa sejuk/tahukah ilalang di halaman sana?/mereka penari ulung di kala rintik pun derasnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s