Perindu [kesembilanbelas]


Meronta, hatiku dalam kungkungan sepi merinduimu, teriakkan sunyi namun engkau abaikan #perindu

Menghentak, kalam rindu menebar jarum-jarum sepi, aku mendambamu saat ini #perindu

di sudut siang ini, rindu membuncah pada titik didihnya, hingga resah makin menjadi dan entah kapan berakhir #perindu

demikian rindu meresahkan aku, pada setiap bangun pagi mataku menatap kosong tanpa wajahmu @puisikita #perindu

Kalau memang siang masih panjang, setidaknya izinkan hambaMu ini, Tuhan, terlelap sejenak realisasikan rindu dalam mimpi #perindu

Advertisements

One thought on “Perindu [kesembilanbelas]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s