Membeli Rumah setelah Menikah. Kenapa tidak?

Sudah 39 hari berlalunya saya melangsungkan pernikahan. Sebuah pengalaman luar biasa tentunya menjalani proses demi proses menuju dan menjalaninya. Jujur, tak mudah meyakinkan kedua orang tua untuk menikah. Awal penyampaian niatnya tak langsung mendapat respon yang bagus dari mereka dan itu berlangsung berkali-kali. Ada saja alasan yang mereka kemukakan untuk “menahan” saya menikah. 

Beda orang beda persepsi. Itulah yang terjadi. Lain pendapat ibu saya lain pula bapak. Ibu  mempertimbangkan umur saya, 25 tahun, yang masih terlalu muda untuk menikah. Beliau juga mempertanyakan bagaimana nantinya ketika setelah menikah dan tak mau membantu biaya kuliah adik saya. Bapak saya justru tak mempermasalahkan mengenai biaya kuliah tersebut, tapi lebih kepada waktu yang terlalu cepat bagi saya untuk menikah (sama dengan alasan pertama ibu). Dari sini saya mengambil kesimpulan bahwa faktor umurlah yang menjadi kendala. Meski akhirnya keduanya melunak dan pelan-pelan merestui setelah beberapa kali mencoba meyakinkan. 
Pernikahan tentunya membutuhkan biaya yang besar. Mulai dari akad sampai resepsinya. Butuh persiapan finansial jauh-jauh hari sebelumnya terkhusus untuk orang dengan kemampuan ekonomi seperti saya. Menyisihkan sedikit demi sedikit gaji, tunjangan dan honor yang diterima adalah sekian dari beberapa cara mempersiapkan segi finansial untuk menikah. Bahkan tak jarang kita temui beberapa orang mengambil pinjaman kredit di bank hanya untuk melangsungkan pernikahan mereka.
Pasca pernikahan tentunya kita tak lepas dari tuntutan finansial. Bahkan lebih besar nilainya. Memiliki rumah pribadi menjadi salah satu tuntutan hidup yang dihadapi bagi pengantin baru. Bersyukurlah bagi pasangan yang sebelum menikah memiliki tabungan berlebih ditambah penghasilan tetap yang lebih besar juga tentunya, sehingga dengan mudah mereka memenuhi kebutuhan primer nan penting untuk rumah tangga mereka, ya salah satunya hunian/ rumah tersendiri. Lantas bagaimana dengan orang-orang yang dengan penghasilan yang pas-pasan seperti saya ini?

sumber gambar di sini

Kini berbagai bank mencoba menawarkan solusi berupa program pembiayaan atau krdeit perumahan. Bahkan hampir semua bank di Indonesia masing-masing memiliki program tersebut. Berbagai keuntungan dan kemudahan coba ditawarkan. Tapi setidaknya kita harus pintar memilih bank atau produk mana yang benar-benar sesuai kemampuan dan menguntungkan kita.

Bank BCA sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia tentunya tak akan melewatkan saja segmen pasar ini. Melalui situs terbarunya, BCA mencoba memandu kita bagaimana mendapatkan hunian ideal. Di situs tersebut, pihak BCA memberikan tips sebelum membeli hunian.

Kategori Hunian
Tentunya setiap dari pribadi kita memiliki kriteria-kriteria tersendiri terhadap hunian ideal. Rumah pribadi menjadi pilihan ketika menginginkan halaman yang luas. Tapi bagaimana jika lokasi strategis menjadi pertimbangan utama? Apartemenlah yang menjadi pilihannya.

Faktor Lokasi
Dekat dengan pusat bisnis atau mudah dijangkau bisa menjadi alasan membeli hunian. Lokasi yang aman dan ketersediaan fasilitas umum di sekitar tempat tinggal juga menjadi faktor penting. Tak sedikit juga sebenarnya orang yang mencari hunian yang jauh dari kebisingan kota atau daerah pinggiran. Alasan ketenangan menjadi pertimbangan. Rumah harusnya menjadi tempat beristrahat yang nyaman.

Hunian Baru atau Bekas
Dengan membeli rumah baru, hendaknya memperhatikan track record pengembangnya (developer), kelengkapan dokumen, dan ketersediaan prasaran hunian. Bagaimana halnya dengan hunian bekas? Kondisi fisiknya bagaimana? Perlukah direnovasi? Jika merencanakn direnovasi, pertimbangkan alasan, tujuan serta harapan merenovasi. Jangan lupa menghitung dan mempersiapkan dana dengan teliti nan cermat.

Beli untuk Investasi
Jika memiliki hunian dengan tujuan untuk investasi maka sangat perlu memperhatikan lingkungan sekitar dan bagaimana perkembangannya kelak di masa depan.

Sumber Dana
Bagi yang ingin menggunakan dana sendiri, persiapkan terlebih dahulu biaya administrasi dan urusan perpajakan. Sedangkan bagi kita yang “mengandalkan” fasilitas pinjaman, persiapan uang muka minimal 20%, biaya administrasi dan cicilan bulanan jangan sampai melewati 30% dari besaran penghasilan.

***
Sebenarnya apa sih keuntungan kita membeli hunian secara kredit? BCA memberikan jawabannya:

Dana yang Diperlukan Tidak Terlalu Besar
Fasilitas Kredit Permilikan Rumah (KPR) membuat kita cukup menyiapkan dana untuk uang muka saja. Sehingga kita mempunyai waktu yang lebih singkat untuk mempersiapkan dana yang lebih sedikit, dibanding dengan jika kita ingin membeli tunai rumah yang membutuhkan dana yang besar. Di samping itu dengan membayar uang muka kita dengan cepat menghuni rumah tersebut.
Pembayaran Terasa Lebih Ringan
Dengan fasilitas KPR, pembayaran akan terasa lebih ringan dengan jumlah yang tetap terus menerus. Pun suatu saat ketika memiliki dana lebih, maka kita dapat membayar lunas pinjaman atau menyisakan pembayaran dengan nilai yang lebih kecil lagi.
Sekaligus Berinvestasi
Harga hunian cenderung meningkat tiap tahunnya. Selama kita mencicil yang tentunya dengan harga yang tetap, maka tentunya nilai rumah akan bertambah terus nilainya. Apalagi jika lokasinya berada di tempat yang strategis.
Legalitas Lebih Terjamin
Program KPR selalu memperhatikan keterjaminan keamanannya. Pengecekan legalitas dokumen dan proses adminitrasi dibantu oleh penyedia fasilitas KPR ini. Jadi kita tidak perlu terlalu khawatir akan kelengkapan berkas-berkas terkait, seperti sertifikat rumah, IMB, dll.

***
Hidup adalah proses bagaiman kita mencapai tujuan-tujuan atau cita-cita kita. Masing-masing kita memiliki impian berbeda dan tentunya bukan hanya satu saja impian yang kita miliki. Jika impian menikah sudah tercapai, maka impian memiliki fasilitas-fasilitas yang menunjang kehidupan berumah tangga kita tentunya akan tetap ada. Pihak bank, seperti BCA, mencoba menawarkan fasilitas KPR untuk memenuhi salah satu  impian-impian tersebut yaitu, rumah. Jadi bagi yang sudah menikah dan ingin memiliki rumah, kenapa tidak mencoba program KPR ini? Berminat? Coba berkunjung ke Bank BCA terdekat! 😀

—-
referensi: http://www.bca.co.id

Advertisements

4 thoughts on “Membeli Rumah setelah Menikah. Kenapa tidak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s