Indonesia bukan Neraka, tapi Surga!

Beberapa hari yang lalu, via hempong butut, saya membaca artikel berita yang menuliskan bahwa Indonesia merupakan jalur neraka bagi penerbangan. Katanya, hal ini banyak dikeluhkan oleh pilot-pilot terutama pilot asing yang menerbangkan pesawat. Berbagai macam suara bisa saja terdengar di ruang kemudi pesawat, mulai dari musik sampai dengan s*x phone. Penyebab utama katanya adalah banyaknya pemancar radio semisal operator telepon yang lebih memilih menguatkan sinyal daripada menambah jumlah stasiun pemancar sehingga bisa menganggu aktivitas komunikasi pilot.

sumber gambar di sini
Alasan gangguan frekuensi yang cukup banyak di Indonesia terhadap komunikasi pilot dengan menara ATC adalah hal yang tidak dapat kita elakkan. Pemilihan kata berbagai media cetak, online dan stasiun TV dengan menggambarkan bahwa langit Indonesia merupakan NERAKA adalah terlalu berlebihan. Mereka berlomba-lomba memberitakan hal yang sama bahkan dengan judul yang hampir sama. Tak dipungkiri ini adalah salah satu trik bagi mereka menghimpun pembaca. 
Gusar, itu alasan saya menuliskan postingan ini. Kenapa? Karena seharusnya para pewarta-pewarta itu tidak menuliskan sembarangan artikel yang justru memperkeruh suasana. Di saat para kelurga korban membutuhkan ketenangan dan dukungan moral, mereka malah memberi informasi yang tak terlalu relevan untuk saat-saat seperti sekarang. Setidaknya tak perlulah menuliskan hal semacam itu dahulu. Biarkan keluarga korban memperoleh kejelasan akan kabar sanak saudara mereka yang menjadi korban. Biarkan dulu pihak pemerintah bekerja dengan baik. Biarkan Basarnas, TNI, PMI dan tim evakuasi lainnya menyelesaikan tugas mereka. Jangan mencari kehebohan di saat berbagai pihak sibuk menyelesaikan masalah.

***
Indonesia bukanlah jalur neraka bagi penerbangan domestik dan internasional. Kalau memang neraka, lantas bagaimana dengan kenyataan bahwa ada sampai 40-an perusahaan penerbangan yang beroperasi Indonesia? Itu pun tak cuma maskapai penerbangan domestik toh, tapi kebanyakan maskapai milik asing. Selain itu, Indonesia memiliki 61 bandara internasional dan domestik yang menyediakan penerbangan ke semua kota besar di Indonesia.
Indonesia bukanlah neraka, tapi surga! Mungkin neraka bagi yang belum mengenalnya. Mungkin neraka bagi warganya yang lebih memilih berdarmawisata ke luar negeri dibanding berkeliling nusantara yang sangat kaya ini. Rasanya tak perlu lagi saya menjelaskan secara detail lagi tentang bagaimana kekayaan zamrud khatulistiwa ini. Telah banyak referensi yang tersedia, online maupun offline. 
Indonesia surganya wisata. Indonesia surganya kuliner. Indonesia surganya hasil bumi. Indonesia surganya seni budaya. Indonesia surganya dunia, terbentang dari Sabang sampai Merauke!
Maka berhentilah berujar Indonesia adalah neraka! 
Indonesia tanah air beta! Di sini torang lahir, berkarya dan membangunnya!
Advertisements

8 thoughts on “Indonesia bukan Neraka, tapi Surga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s