John Carter (2012)

sumber gambar di sini
Telah banyak karya mulai dari novel sampai dengan film yang terilhami oleh planet Mars. Salah satunya yaitu novel  lawas (1898) karya H.G. Wells, The War of The Worlds, yang mengisahkan tentang bangsa Mars menyerang bumi setelah melarikan diri dari planet mereka yang telah mati. Pada tahun 2005, Steven Spielberg membuat film, War of The Worlds, dengan adaptasi berdasarkan novel ini, yang dibintangi Tom Cruise dan mendapat 3 nominasi oscar. Ada juga film Total Recall yang dibintangi oleh si aktor laga, Arnold Schwarzenegger.
Andrew Stanton, penulis naskah berbagai film animasi terkenal (Finding Nemo, Toy Story, Wall E, dll) mencoba melakukan hal serupa yang dilakukan Steven Spielberg yaitu menyutradarai dan menulis sendiri naskah film ini yang diadaptasi juga dari novel science fantasy berjudul A Princess of Mars karya Edgar Rice Burroughs (1912).
Dikisahkan, John Carter (Taylor Kitsch), seorang veteran perang asal Virginia, Amerika, kini bekerja sebagai pemburu artefak atau peningggalan sejarah lainnya (dan tentunya pasti ada yang berupa emas). Berbagai belahan dunia telah didatanginya. Bahkan diceritakan dia pernah menggali di Jawa. Pada awalnya kegiatan perburuannya itu tak sampai sejauh itu, dimana dulunya hanya emas yang menjadi incaran utamanya. Memang telah banyak kolekasi yang didapatkannya, berbagai jenis. Tapi sebenarnya hanya sebuah medali yang dicarinya selama ini. Medali yang diyakini bisa mengantarkannya kembali ke planet Mars (yang oleh penghuni aslinya disebut Barsoom). Kembali ke Mars? Pastinya anda (yang tentunya belum nonton) bertanya-tanya kan? Lebih baik anda nonton sendiri selengkapnya! 🙂
sumber gambar disini
Jelas bahwa saya tidak sama sekali tahu-menahu tentang John Carter dan Novel A Princess of Mars sebelumnya sampai akhirnya menonton film ini. Ternyata novelnya sendiri merupakan bagian dari trilogi Barsoom karya Edgar Rice Burroughs. Dua novel lainnya yaitu The Gods of Mars dan The Warlord of Mars.
Terlepas dari berhasilnya tidaknya sang sutradara mengarahkan dan mengadaptasi novelnya, setidaknya ia berhasil menghadirkan tontonan yang cukup menghibur. Dengan genre fantasy kita dimanjakan dengan kehadiran pesawat kaum helium dan zodanga, makhluk raksasa tanpa mata yang dinamai Kera Putih, kaum Thark yang bertangan empat, makhluk “anjing” super cepat nan gesit, dan tentunya adegan aksi lompat-akrobat sang aktor utama yang dengan mudah ia lakukan (dengan dalih ia berasal dari Bumi yang gaya gravitasinya lebih tinggi daripada di Mars, walaupun secara logika adalah hal yang berlebihan jika ia mampu melompat setinggi dan sejauh itu).
Menikmati film ini seharusnya seperti ketika kita menonton 10.000 BC-nya Roland Emmerich. Tak perlu kita terlalu terpaku pada judul, dimana kita mencoba mencocokkan judul dengan segala settingan ceritanya. Yang hanya perlu kita lakukan adalah menikmati setiap adegan-adegan aneh dan (mungkin) menakjubkan bagi sebagian orang dan tak ambil pusing dengan kesesuaian cerita dengan judul. Dengan seperti itu anda akan terhibur dan tak menemui kekecewaan, hehehehe.
Penasaran? Silahkan di nonton deh film yang didedikasikan kepada sang master, Steve Jobs, ini!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s