perindu [keduapuluhdua]

Siapa bilang aku merinduimu hanya saat ingin? Pikiranku layaknya mesin otomatis yang tiap detiknya melontarkan bola-bola rindu #perindu

Siapa bilang rinduku hanya sebesar nganga mulut? Bulir-bulir rinduku itu mengaliri seraga dan sejiwa yang kupunya #perindu

Siapa bilang rinduku terbatasi jarak? Langkahku kan terus mendekatimu tuk menuntaskannya #perindu

Siapa bilang rinduku hanya semasa? Rinduku melintasi waktu tanpa peduli putih hitam rambutmu #perindu\

Siapa bilang rinduku hanya semusim? Lidahku terus merapalnya tanpa peduli kering, penghujan, gugur pun semi #perindu

Advertisements

2 thoughts on “perindu [keduapuluhdua]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s