Ramadhan – Bulan Kesabaran

Ramadhan tahun ini kembali menyapa kita. Sang Maha Penggenggam Hati kembali menggelar bulan suci ini untuk kita ‘bekerja keras’ memperbaiki rekor catatan amalan kita. Setelah setahun sebelumnya kita hidup dengan bergelimang dosa tanpa garansi beramal baik yang kemudian dilipatgandakan, kini Ramadhan hadir dengan segala keistimewahannya. Maka sepatutnyalah kita bersyukur masih diberi kesempatan menikmatinya lagi. 

Ramadhan sendiri punya banyak nama lain. Salah satunya adalah Syahrush Shabri atau Bulan Kesabaran. Allah SWT sendiri banyak menyinggung tentang sabar di dalam Al-Qur’an. Bahkan di dalamnya pula dituliskan kehebatan-kehebatan orang yang bersabar. Salah satu ayat yang menuliskan tentang kesabaran adalah ayat 11 dari Surah Huud, yang artinya: 

“kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.”

Om Rustan

Beberapa saat yang lalu Om Rustan, teman sekolah bapak saya dulu dan kini menjadi sekretaris sebuah panti asuhan, mendatangi kantor saya dan menawarkan permohonan permintaan zakat fitrah dan jenis zakat lainnya. Hal ini tentunya adalah sesuatu yang lumrah kita temui di bulan Ramadhan. Tak banyak kami bercakap di dalam ruangan saya, sampai ketika mengantar keluar dari kantor, sesaat sebelum beliau menuju motornya, saya menanyakan keadaan istri beliau yang telah lama sakit. 

“Bagaimanami tante, om?”

“Itumi juga kasian, itu gondoknya tambah parah! Sebentar sore mau dibawa di Makassar karena mau dioperasi”

“Parah bagaimanamikah, om?”

“Itu akar-akarnya gondoknya sudah menjalar ke dadanya, dan itu dadanya katanya mau dibelah!”

Kasihan! Itu yang pertama saya rasakan. Di bulan Ramadhan, Om Rustan dan keluarganya harus menghadapi cobaan berat. Usia yang tak muda lagi, Allah SWT masih menguji kesabaran Beliau. Kesibukan sebagai kepala sekolah ditambah mengurus Panti Asuhan. Perlu saya jelaskan bahwa Om Rustan sendiri yang mendatangi (hampir semua) donatur panti asuhan pada setiap bulannya dengan menggunakan motor bebek. Dan di hari dimana harusnya beliau mempersiapkan keberangkatan istrinya ke Makassar untuk operasi, beliau masih menunaikan amanahnya. Saya jadi iri melihat Om Rustan. Iri karena beliau masih punya semangat yang besar untuk beramal apalagi dengan kondisi sedang berpuasa. Saya merasa kalah. Kalah semangat! Saya merasa ditegur Allah SWT! 

 “Allah SWT selalu punya cara sendiri dalam menguji hambaNya. Dia pun punya cara sendiri dalam menegur dan mengingatkan umatNya. Bencana ataupun penyakit bisa menjadi media yang jelas untuk kedua hal tersebut.”

Beberapa hari yang lalu saudara-saudara kita di Padang tertimpa bencana banjir bandang. VivaNews menuliskan bahwa bencana tersebut mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp. 40 Miliar. Seribu lebih rumah, fasilitas umum di 24 kelurahan dan 7 kecamatan mengalami kerusakan. Belum lagi pengungsi yang mencapai angka 3.363 jiwa lebih.

Kembali Allah SWT menguji saudara-saudara kita. Mereka harus melalui Ramadhan dengan kondisi memprihatinkan. Dan lagi Dia menunjukkan menegur kita lewat pertunjukkan ke-Maha-anNya. Dia tidak pedulu apakah saudara-saudara kita sedang berpuasa tidak. Dia tetap berkehendak menurunkan bencanaNya. 

Semoga kesabaran selalu bisa kita kedepankan dalam menghadapi cobaan dan ujian dariNya!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s