Rokok dan Kemauan Kita untuk Sehat

Masalah rokok seakan tidak ada habisnya. Bagaimana tidak? Di saat berbagai pihak gencar melakukan kampanye anti rokok/ tembakau, merokok tetap menjadi hal yang lumrah oleh sebagian dari kita untuk dilakukan di tempat-tempat umum. Makin gencar kita memaparkan bahayanya, makin mengepul pula asap rokok di ruang-ruang publik. Tak sedikit dari kita yang menghabiskan hampir setengah dari penghasil Singkat kata, wabah tapi tetap dibiarkan!
Saya teringat kejadian yang mengernyitkan dahi ketika pernah menaiki sebuah kendaraan umum. Penumpangnya penuh sesak. Sampai-sampai, di barisan depan samping sopir, ada 3 penumpang. Sepasang suami istri dan seorang balita mereka, yang dipangku sang ibu. Di barisan kursi saya sendiri ada empat orang. Apa yang bikin saya terheran-heran selanjutnya adalah bukan sesaknya penumpang tetapi ketika tiga puluh menit setelah mobil berangkat, ayah dari si balita tadi merokok. Anda yang mengerti bahaya rokok harusnya heran jika ikut melihat kejadian ini. Tak sadarkah sang ayah telah menjadikan anaknya perokok pasif? Tidak merasa puaskah cukup dia sendiri yang merusak jasmaninya? Istrinya pun (bukan terkesan tapi memang) membiarkan tingkah “menggemaskan” suaminya.
sumber gambar di sini
Aris Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), dalam wawancaranya dengan Majalah Hidayatullah edisi Desember 2012 menginformasikan bahwa pada Tahun 2012 Komnas PA menangani 21 kasus bayi merokok berumur 11 bulan. Ditambahkannya, orangtua para balita ini dengan sengaja menyundut-nyundutkan rokok ke mulut mereka sehingga para balita menjadi bisa merokok. Dan ketika seorang balita ingin merokok dan tidak dibelikan orangtuanya, perilaku mereka lebih tidak terkontrol, seperti membentur-benturkan kepalanya ke tembok. Mencengangkan bukan?
Logika
Dalam wawancara itu, Aris juga memberikan logika yang sangat masuk akal tentang rokok:ย 
Banyak orang dari kelompok beragama terjebak pada masalah halal-haram ketika bicara rokok. Sementara kelompok ekonomi bicara pada aspek kesejahteraan petani rokok. Kita itu minim data tapi mau bicara banyak. Rokok itu permasalahan utamanya adalah kesehatan. Apa pun alasannya rokok itu merusak kesehatan adalah tidak terbantahkan. Kalau kita sayang diri kita sebagai anugerah dan titipan Tuhan, lalu kenapa kita rusak. Kan, logikanya begitu?

Petani selama ini dibodohi. Tembakau mereka tidak laku, kalaupun laku harganya juga sangat murah. Petani tembakau di Indonesia ini dibayar dengan upah yang sangat rendah. Kita ini dibodohi oleh industri rokok bukan pada aspek kesehatan saja tapi juga masalah upah petani dan cukai rokok

Tidak ada satu pun hasil devisa negara dari rokok itu dibayar oleh produsen rokok. Mau buktinya? Dari setiap harga Rp. 10.000 per bungkus, harga rokok tersebut sebenarnya Rp. 8.000. Yang Rp. 2.000 itu cukai atau pajak rokok itu sendiri. Jadi 57 triliun devisa ย negara dari keuntungan rokok itu sebenarnya bukan dari produsen rokok. Tapi semua dibayar oleh rakyat Indonesia sendiri. Itulah bodohnya kita.
***
Berbicara rokok memang tak ada habisnya. Sampai berbusa-busa pun kita berkampanye anti rokok, toh iklan rokok tetap dilegalkan. Kemauan dari diri sendiri untuk sadar akan bahaya rokok setidaknya menjadi modal awal dalam memeranginya. Cara tahu bahaya rokok pun tak perlu tentunya saya beberkan di sini. Kuncinya adalah kemauan kita untuk berubah. Setelah itu tularkan spirit hidup sehat ke orang terdekat sampai lingkungan tempat kita tinggal dan kerja.
Advertisements

9 thoughts on “Rokok dan Kemauan Kita untuk Sehat

  1. ulasan yg bagus banget. kk ๐Ÿ™‚

    Oh yah sbg informasi sj kk, untuk cukai itu biasax dibebankan per batang. u/ rokok LTLN yang murahan saja kak.. itu per batangx Rp.325 jadi klu misnya isi 16 batang jadinya Rp.5.200 per pack yang dibayarkan ke negara. (bisanya untuk rokok pasti ada kelas2 jg ^^)
    Nah, kembali ke bebas rokok. Sebenarx idenya bagus kk, tp tipikal perokok Indonesia itu blendnya adalah tembakau dan cengkeh. Jd agak sulit, karena bahan tsb merupakan sebagian besar mata pencaharian petani di daerah2 jawa – Indonesia. Yah, mungkin ini juga kendalax pemerintah untuk benar2 fokus membuat Indonesia bebas rokok. :)) …

    Tp klu misx belum, kakak jangan kuatir karena umumnya perusahaan rokok biasanya ada program CSR (corporate sosial responsibility), yah agar mereka memiliki tanggung jawab thd lingkungan dll ^^ v

    Keq Bahkti Djarum atau Sampoerna untuk Indonesia ๐Ÿ™‚

    Like

  2. susah sih kalo pengusaha rokok sudah mengandalkan para petani sebagai 'tameng' langgengnya usaha mereka. serba salah jadinya. yg penting kita sendiri dululah: biasakan hidup jauh dari rokok ๐Ÿ™‚

    Like

  3. Yah.. mau dilihat dari sisi mana pun, rokok itu berbahaya bagi kesehatan. Bukan hanya kesehatan perokoknya, tetapi mereka yang menghirup hembusan asap rokok juga ๐Ÿ˜ฆ

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s