Pesimis

Sekeliling kita kini dipenuhi kepesimisan. 
Dunia beserta isinya. 
Lihat tingkah para pejabat yang akhirnya berjeruji ria karena korupsi. Bukankah tindak kejahatan itu dilakukan karena diawali rasa pesimis. Mereka pesimis dengan jumlah gaji bulanannya karena telah bersembah sujud kepada kebutuhan duniawi (yang dipaksakan tentunya). 
Beberapa di antara generasi muda (atau yang bocah dan tetua ikut-ikutan) rela berdandan ria hingga menonjolkan yang tak seharusnya ditonjolkan hanya karena pesimis dengan tampilan sederhana nan sopan.
Ada juga yang berlomba-lomba dengan tujuan sebuah ketenaran karena pesimis dengan hidup yang biasa-biasa saja. Dulunya malu-malu, tapi kini selayak sekumpulan anjing menyantap daging setelah tak makan seharian. Mengenaskan.
Diri kita sendiri bahkan….
Melacur ke dunia imajiner karena pesimis dengan kehidupan nyata. 
Memilukan.
Mohon ampun, Tuhan!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s