Televisi dan Pagi Hari yang Sehat

sumber gambar di sini
Zaman masih duduk di bangku sekolah dasar, televisi adalah barang yang tergolong tersier di keluarga kami. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit saat itu adalah penyebabnya. Seiring berjalannya waktu, keadaan mulai membaik dan hiburan televisi pun tersaji di rumah, meski saat itu hanya bisa satu saluran. TVRI-lah yang menjadi satu-satunya saluran tontonan, sedangkan di tetangga sekitar rata-rata sudah menggunakan “TV Kabel” dengan berbagai saluran yang tersedia. Sekarang setelah hidup terpisah dari orangtua, di rumah sudah ada TV-nya tapi ya cicilan. Duu, kemelaratan ternyata tak mau jauh-jauh! hehehe

Kekinian, sudah menjadi hal rutin hampir semua saluran-saluran TV lokal menyajikan program acara berita di pagi buta. Biasanya didahului dengan acara keagamaan, tapi ada juga yang sebaliknya. 
Sebenarnya ada hal dari program berita pagi itu yang membuat saya gerah. Adalah liputan-liputan yang (tak sedikit) ditayangkan perihal kriminal, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, kerusuhan dan berbagai kejadian negatif lainnya. Bagi sang empunya saluran mungkin bukan masalah dengan pemuatan berita-berita tersebut, pikirnya malah justru bisa mendongkrak rating acara mereka, mungkin.
Saya bertanya kepada teman-teman pembaca, bagaimana mungkin rasanya kita memulai hari dengan sesuatu yang negatif? Tidakkah anda juga merasa gerah dengan pemberitaan-pemberitaan seperti itu? Di pagi hari lagi, di mana kita baru mulai “mengumpulkan nyawa” kembali. Coba bayangkan anda berangkat ke tempat kerja atau kuliah dengan bayangan buruk akan kehidupan manusia yang dihasilkan dari sajian dari saluran TV. Akankah cerah hari kita?
Beberapa saluran sebenarnya punya program acara bertema kriminal yang ditayangkan di waktu tengah hari misalnya. Tapi itu tidak bisa menutupi “kerusakan” yang mereka sajikan di pagi hari. 
Mungkin saya terkesan berlebihan tapi pasti tak sedikit yang sepakat dengan apa yang saya risaukan di sini. Malah pernah saya mendengar beberapa keluarga justru mengambil keputusan untuk tidak memiliki TV di rumahnya. Mereka sadar dan takut akan saluran-saluran TV yang tidak menyehatkan lagi. 
Bahwa harusnya saluran-saluran TV lokal kita menayangkan berita yang ringan-ringan saja dulu. Pagi itu adalah permulaan hari dimana hal positif harusnya menjadi konsumsi wajib. Tapi kembali lagi ke diri masing-masing, sih. Bagaimana kita bisa mengontrol apa yang menjadi tontonan kita mulai dari pagi sampai malam hari. 🙂
Selamat Hari Televisi Sedunia! Semoga pagi kita selalu sehat!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s