perindu [ketiga puluh]

merajut benang kusut yang tertinggal, sudikah kelabu? #perindu

menjadi sentimental, bukan karena badanmu yang sintal, tapi rajutan masa itu buruk terpintal #perindu

masih banyak yang belum tuntas, mesti selesai lekas #perindu

biar jumawa kita berjumpa, tamat semua nestapa #perindu

Advertisements

Akurlah sayang…

Jejak Pendidik

Dua anak cukup… untuk saat ini cukup dulu lah…kami akan selalu merindukan masa-masa yang seperti ini,melihat kalian tumbuh di tiap tahap perkembangan akan banyak mengurai cerita penuh makna… cerita yang lucu nan menggemaskan seperti malam ini…lepas magrib ummi akan menidurkan adek,namun si adek malah gelisah di ayun dengan susah payah mengangkat kepalanya hendak duduk…dan tiba2 kakak datang menghampiri dengan segera mencium adeknya,,, senangnya melihat kalian seperti ini…akur dan saling menyayangi…semoga sampai kapanpun kalian akan tetap saling menyayangi seperti ini,,,akur terus yah nak…*abiummi sayang kalian😘😘😘

View original post

perindu [keduapuluhsembilan]

​Rindu di penghujung waktu. Membuncah, merekah liar #perindu

Waktu tak bisa menunggu, penantian beradu dengan kesabaran #perindu

Kamu yang di ujung samudera, jangan berharap-harap. Aku tak sudi menawar janji lagi #perindu

Kini tiba akhir perjalananku. Kosakata pun menipis #perindu

Pejamkan mata. Bersedekap. Merapal dalam sunyi. Kita bertemu saja dalam mimpi #perindu

perindu [keduapuluhdelapan]

​Bulan tak tahu jarak kita, tapi ia pandai meretas benang-benang rindu yg ada #perindu

Pernahkah bulan ingkar janji? Tidak, jika yang kau tanyakan tentang upaya menyatukan kita #perindu

Tahukah, kau, bahwa bulan di tiap malamnya ikut merapal sajak-sajak rinduku? #perindu

Selayaknya kini kau jadikan bulan sebagai sahabat pena. Titipkan naskah-naskah rindumu padanya #perindu

Bulan penutur yang jujur. Ia tak pernah dusta akan besar kecil rindu #perindu