perindu [ketigapuluhsatu]

Pada mereka yg berkalang kabung, ada rindu di ujung tiap sore

Ia akan menawarkan malam, mengajakmu serta berkasih-kasih dalam temaram

Sejenak lupa akan duka, biar bahagia tetap terpelihara

Bila pagi kembali menjelang, biar rindu itu berlabuh ke seberang

Toh, dia pergi hanya sebentar. Untukkah pulang? Terserah hatimu bagaimana menambatkan

Advertisements

perindu [keduapuluhsembilan]

​Rindu di penghujung waktu. Membuncah, merekah liar #perindu

Waktu tak bisa menunggu, penantian beradu dengan kesabaran #perindu

Kamu yang di ujung samudera, jangan berharap-harap. Aku tak sudi menawar janji lagi #perindu

Kini tiba akhir perjalananku. Kosakata pun menipis #perindu

Pejamkan mata. Bersedekap. Merapal dalam sunyi. Kita bertemu saja dalam mimpi #perindu

perindu [keduapuluhdelapan]

​Bulan tak tahu jarak kita, tapi ia pandai meretas benang-benang rindu yg ada #perindu

Pernahkah bulan ingkar janji? Tidak, jika yang kau tanyakan tentang upaya menyatukan kita #perindu

Tahukah, kau, bahwa bulan di tiap malamnya ikut merapal sajak-sajak rinduku? #perindu

Selayaknya kini kau jadikan bulan sebagai sahabat pena. Titipkan naskah-naskah rindumu padanya #perindu

Bulan penutur yang jujur. Ia tak pernah dusta akan besar kecil rindu #perindu

perindu [keduapuluhtujuh]

Sang penabuh rindu akan pulang

segera…
kembali ke dalam pangkuan tuannya
untuk saling berpagut lagi
seperti dahulu
sedari pagi hingga pekat malam membawa gulita
kemudian
mimpi-mimpi akan berganti
dengan nyata-nyata bahagia
gelisah tinggal secercah
nyaris punah
matari kini siap senyum membuncah
setidaknya perlahan dulu
sembari menanti sang dewi 
datang membawa surgawi