perindu [keduapuluhsembilan]

​Rindu di penghujung waktu. Membuncah, merekah liar #perindu

Waktu tak bisa menunggu, penantian beradu dengan kesabaran #perindu

Kamu yang di ujung samudera, jangan berharap-harap. Aku tak sudi menawar janji lagi #perindu

Kini tiba akhir perjalananku. Kosakata pun menipis #perindu

Pejamkan mata. Bersedekap. Merapal dalam sunyi. Kita bertemu saja dalam mimpi #perindu

perindu [keduapuluhdelapan]

​Bulan tak tahu jarak kita, tapi ia pandai meretas benang-benang rindu yg ada #perindu

Pernahkah bulan ingkar janji? Tidak, jika yang kau tanyakan tentang upaya menyatukan kita #perindu

Tahukah, kau, bahwa bulan di tiap malamnya ikut merapal sajak-sajak rinduku? #perindu

Selayaknya kini kau jadikan bulan sebagai sahabat pena. Titipkan naskah-naskah rindumu padanya #perindu

Bulan penutur yang jujur. Ia tak pernah dusta akan besar kecil rindu #perindu

perindu [keduapuluhtujuh]

Sang penabuh rindu akan pulang

segera…
kembali ke dalam pangkuan tuannya
untuk saling berpagut lagi
seperti dahulu
sedari pagi hingga pekat malam membawa gulita
kemudian
mimpi-mimpi akan berganti
dengan nyata-nyata bahagia
gelisah tinggal secercah
nyaris punah
matari kini siap senyum membuncah
setidaknya perlahan dulu
sembari menanti sang dewi 
datang membawa surgawi